Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Bacaan Sholat Terlalu Panjang, Makmum Bakar Imam Sholat

Bacaan Sholat Terlalu Panjang, Makmum Bakar Imam Sholat
ilustrasi


Suara.com - Jamaah di sebuah masjid yang berada di Kota Nablus kawasan Tepi Barat Palestina digemparkan dengan peristiwa menghebohkan sekaligus aneh. Imam di sebuah masjid setempat dikabarkan nyaris dibakar seorang jamaah, lantaran dinilai terlalu lama memimpin salat.

Seperti dikutip Alarabiya.net, jamaah yang berniat membakar imam masjid tersebut berusia sekitar 50 tahun.  Pria yang identitasnya masih dirahasiakan aparat berwenang tersebut , diketahui sudah berniat akan membakar sang imam.
“Seorang warga mengatakan kalau pelaku sudah mengingatkan sang imam berkali-kali untuk tidak mempanjangkan doa dalam salat. Sehingga pelaku terpicu melakukan hal tersebut,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Kantor Berita Palestina, Maan, beberapa waktu lalu.
Pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga gedung di kota Nablus tersebut diketahui membawa botol penuh bensin dan melemparkannya kepada imam di dalam masjid usai Salat Subuh.
Seketika itu pula api menjalar dan menyebabkan jamaah berusaha memadamkannya. Mesk begitu, ada kerusakan kecil di dalam masjid.
Polisi yang mendapat laporan tersebut, langsung meluncur ke lokasi dan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Pelaku dimungkinkan dikenai pasal berlapis yang meliputi penyerangan di rumah ibadah, pembakaran dan melakukan tindak kejahatan. (KontributorIChandra Iswinanrno)

Jumat, 14 April 2017

MENGGIS JIKA BACA INI!!! Perjuang Ayah Membawa Bayinya Di Dalam Tas Dengan Angkutan Umum, Karena Tak Mampu Sewa Ambulan

MENGGIS JIKA BACA INI!!! Perjuang Ayah Membawa Bayinya Di Dalam Tas Dengan Angkutan Umum, Karena Tak Mampu Sewa Ambulan

Lima jam perjalanan darat memakai angkutan umum dari Kota Bengkulu ke Kabupaten Kaur, dilakoni Aspin dengan perasaan sesak. Dia sebenarnya ingin menangis sejadi-jadinya. Tapi, situasi tak membolehkannya menangis. Sembari menahan air yang sudah menumpuk di pelupuk, ia lantas lebih erat mendekap tas plastik, tempatnya menyembunyikan jenazah si buah hati.
Aspin Ekwandi, suami Sri Sulismi, sembunyi-sembunyi membawa jenazah bayinya dalam tas plastik pakaian di dalam angkutan umum untuk dibawa pulang dari rumah sakit. Sebab, ia tak mampu membayar sewa mobil ambulans.
“Aku terpaksa membawanya naik travel (angkutan umum). Tak sanggup aku bayar uang sewa ambulans. Aku sengaja memasukkannya ke tas pakaian, supaya sopir tak tahu. Kalau ketahuan, aku tak boleh naik, pasti,” tutur AspinJumat (14/4/2017).
Kisah sendu tersebut bermula ketika Sulismi, sang istri, divonis dokter harus cepat-cepat melahirkan anak keempat yang tengah dikandungnya. Persalinan prematur melalui operasi caesar itu harus dilakukan, karena si jabang bayi didiagnosa memunyai kelainan paru dan jantung.
Berbekal kartu BPJS, warga Desa Sinar Bulan, Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur itu akhirnya sepakat sang istri melahirkan melalui operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaur, Rabu (5/4/2017) pekan lalu.
Persalinan berjalan lancar. Aspin lega, buah hatinya lahir selamat, pun sang istri. Namun, rasa senang itu tak bertahan lama.
Dokter RSUD Kaur meminta Aspin segera membawa si mungil yang belum bernama itu ke RSUD M Yunus, di Kota Bengkulu, agar mendapat perawatan intensif terkait kelainan bawaan.
Aspin, ditemani seorang kerabat perempuannya, bergegas membawa si jabang bayi ke kota keesokan harinya, Kamis (6/4). Sementara Sulismi tetap berada di RSUD Kaur, karena belum bisa banyak bergerak seusai dioperasi.
”Anak kami sudah sempat satu malam dirawat di Kota Bengkulu. Pertama dirawat di ruang UGD (unit gawat darurat), setelahnya di ruang anak untuk menangani kelahiran prematur. Tapi, dia hanya berumur dua hari. Besoknya (Jumat; 7/4), dia sudah tak ada,” tuturnya.
Rasa sedih karena kehilangan si buah hati, menyelimuti Aspin. Ia lantas berniat selekas-lekasnya mengebumikan bayinya di kampung halaman. Hari itu juga, ia berniat pulang.
Aspin hendak melempangkan perjalanan terakhir anaknya menuju ke kampung halaman. Karenanya, ia menanyakan perihal penyewaan mobil ambulans kepada staf administrasi RSUD M Yunus.
Oleh rumah sakit, Aspin dimintakan Rp3,2 juta agar bayinya yang sudah tak bernyawa bisa memakai mobil ambulans sampai ke kampung.
”Aku tak punya duit segitu. Sudah kutawar, tapi petugas bilang tak bisa ditawar-tawar karena itu harga pas dari rumah sakit,” kenangnya.
Aspin panik, karena tak mungkin membawa jenazah bayinya memakai angkutan umum. Mencarter angkutan umum juga tak bisa menjadi pilihan, karena memang tak punya uang. Rasa sedih semakin pekat menyelimuti pikirannya.
Meski sudah putar otak mencari cara mendapatkan uang demi menyewakan buah hatinya ambulans, Aspin akhirnya menyerah.
Ia bersama kerabat bersiasat, memasukkan jasad bayi yang masih merah itu ke dalam tas plastik yang sebenarnya dibawa untuk menyimpan pakaian. Dengan begitu, ia bisa menggunakan mobil travel.
"Kebetulan kerabatku perempuan, kami berpura-pura menjadi suami-istri yang mau pulang kampung. Jadi sopir travel tak curiga isi tas itu,” tuturnya.
Namun, itu bukan berarti perjuangan Aspin membawa jasad bayinya tak menemui kendala selama perjalanan.
Ketika di dalam mobil, sopir sempat meminta Aspin meletakkan tas yang dipegangnya ke bagasi. Mendapat perintah seperti itu, rasa panik kembali menjalar di pikiran Aspin.
Tapi, Aspin akhirnya mendapat akal. Ia mengatakan kepada sopir, tas plastik itu berisi kue pernikahan yang hendak diantarkan ke saudaranya di kampung.
"Kalau diletakkan di bagasi, kuenya akan hancur bang,” kata Aspin menirukan alasannya yang dibuat-buat saat itu.
Lima jam Aspin terus mendekap tas berisi jenazah bayinya tersebut. Ia mengakui, sebenarnya ingin menangis sekeras-kerasnya karena tak bisa membawa secara layak buah hatinya ke tempat peristirahatan terakhir.
Tapi Aspin takut, jika menangis, maka sang sopir dan penumpang lain akan curiga. Alhasil, selama perjalanan, ia harus sekuat-kuat tenaganya menahan tangis. Si kerabat yang juga sedih, terus berupaya menguatkan Aspin yang tengah mendekap si bayi.
Akhirnya, perjuangan Aspin berhasil. Ia mampu sampai ke kampung dan memakamkam bayi mungilnya.
"Sewaktu di perjalanan itu, aku sebenarnya sempat menangis diam-diam, tak bersuara. Aku peluk dia dan minta maaf.”

Sabtu, 04 Maret 2017

Ternyata Meluluhkan Hati Suami, Lebih Mudah Dibanding Menundukkan Macan


Ternyata Meluluhkan Hati Suami, Lebih Mudah Dibanding Menundukkan Macan
Ternyata Meluluhkan Hati Suami, Lebih Mudah Dibanding Menundukkan Macan



Kehidupan rumah tangga yang diisi oleh pasangan suami istri memang sesuatu yang unik. Suami dan istri sama-sama mempunyai rasa cemburu jika pasangannya dilirik dan disukai oleh orang lain.

Sehingga, mau tidak mau, baik suami maupun istri harus pintar memikat hati pasangannya masing-masing agar tidak diambil orang.

Ada sebuah kisah di negeri arab tentang seorang perempuan yang ingin meluluhkan hati suaminya, agar cinta dan sayangnya tidak pindah ke orang lain.

Suatu ketika, seorang perempuan ini datang kepada salah seorang ulama yang ia sangka sebagai dukun.



Ia memohon kepada sang ulama agar membuatkan suatu jampi-jampi supaya suaminya cinta berat kepadanya yang tidak pernah dirasakan oleh wanita manapun.

Karena sang ulama ini adalah orang alim dan pembimbing manusia kepada jalan Allah, maka ia berkata kepada perempuan itu,

“Sungguh kamu meminta sesuatu yang tidak mudah. Apa yang kamu minta adalah sesuatu yang besar. Apakah kamu siap melakukan syarat-syaratnya?”

Perempuan itu berkata, “Iya, saya siap.”

Sang ulama berkata, “Permintaanmu itu tidak akan tercapai kecuali engkau dapat membawa satu bulu yang berada di leher macan ke sini.”

Dengan penuh kejut perempuan itu berkata, “Macan?”

Sang ulama berkata, “Iya, macan.”

Perempuan itu bertanya ragu tentang dirinya,

“Bagaimana aku mampu melakukan ini, karena macan adalah hewan yang sangat buas, bisa-bisa saya dibuat santapan olehnya. Apakah tidak ada cara lain yang lebih mudah dan lebih aman?”

Sang ulama berkata,

“Tiada cara lain untuk mencapai tujuanmu agar suami lebih lengket kepadamu kecuali hanya cara ini. Jika kamu memutar otak pasti kamu akan menemukan cara untuk memperoleh tujuanmu.”

Perempuan ini pamit. Ia berpikir keras bagaimana cara mendapatkan bulu yang disyaratkan.

Lalu ia bertanya kepada orang yang dia percaya. Orang itu menuturkan kepadanya,

“Macan tidak akan menyerang manusia atau binatang lain kecuali dalam keadaan lapar. Kamu harus membuatnya kenyang sehingga kamu bisa mendekat kepadanya.”

Perempuan itu menerima nasihat tersebut dan langsung pergi ke hutan terdekat.

Di sana ia melemparkan potongan-potongan daging ke arah macan lalu iamenjauh. Ia melakukan ini terus-menerus, sehingga dengan berjalannya waktu macan itu menjadi jinak kepadanya.

Setiap kali ia berusaha mendekat sedikit demi sedikit ke arah macan yang diamksud. Sampai pada suatu hari, macan itu tidur di sampingnya, karena macan itu tidak ragu lagi padanya.

Pada saat itu, sang perempuan mendapat kesempatan mengelus-elus kepala dan leher macan dengan tangannya dengan tenang dan tidak takut sama sekali.

Melihat macan menikmati hal ini, tidak susah bagi sang perempuan mengambil bulunya. Dengan tenang ia mencabut satu bulu di lehernya.

Setelah ia yakin bulu itu berhasil dicabut, maka ia bergegas menuju rumah sang ulama yang ia sangka sebagai dukun untuk memberikan bulu itu kepadanya.

Perempuan itu begitu girang karena sebentar lagi dialah pemilik tunggal cinta suaminya untuk selamanya.

Ketika sang ulama yakin itu bulu macan maka ia bertanya kepada sang perempuan,

“Apa yang kamu lakukan sehingga kamu benar-benar mendapat bulu macan ini?”

Perempuan itu menceritakan trik-trik menjinakkan macan yang intinya bahwa jalan masuk mencuri hati macan adalah perutnya, kemudian dengan sabar menunggunya kenyang, sampai tiba kesempatan mengambil yang diinginkan.

Setelah cerita berakhir sang ulama berkata kepadanya,

“Wahai saudariku, suami tidaklah lebih buas daripada macan. Lakukan untuk suamimu sebagaimana yang engkau lakukan pada macan, niscaya engkau dapat memilikinya untuk selamanya.

Ketahuilah jalan masuk ke hati suamimu. Kenyangkan lapar dan dahaganya, maka kamu akan menawan hatinya. Rencanakanlah cara-cara jitu dan bersabarlah menunggu hasilnya.”

Ternyata memang benar, nasihat ulama itu pun dia laksanakan. Perempuan itu pun merasa sebagai orang yang paling bahagia di dunia.

Disarikan dari buku Kuni Aniqah karya Shafa Syamandi.


Sumber : http://bersamadakwah.net/

Selasa, 21 Februari 2017

Subhanallah.."Ternyata Inilah Sebab Kucing Mendatangi Rumah Kita."

Subhanallah.."Ternyata Inilah Sebab Kucing Mendatangi Rumah Kita."
Subhanallah.."Ternyata Inilah Sebab Kucing Mendatangi Rumah Kita."



Sahabat Muslim dan Muslimat di seluruh Dunia mari kita saling ber tukar ilmu disini penulis akan berbagi sedikit ilmu mungkin sedikit atau banyak yang sudah mengetahuinya, Mari kita simak bersama.




Sempat tak terganggu bersama adanya kucing liar yg datang jelang kita? Paling Sering kucing-kucing liar masuk ke dalam rumah & jelang kita, terutama diwaktu kita sedang mengambil makanan. Mereka mengeong seperti mengemukakan bahwa mereka mau meminta makanan dari kita.
Bisa Saja bagi para penggemar kucing, mereka tak dapat keberatan buat memberikan sedikit dari makanan yg dipunyai buat kucing tersebut. tetapi, bagi orang yg tak senang kucing, bisa saja mereka bakal menendang kucing tersebut atau melemparinya dgn sandal.
 
Ketahuilah, bahwa kucing tersebut datang terhadap kita bukan tidak dengan tujuan &



karena.

kita bakal merasa amat merugi seandainya tidak berikan makan kepada kucing tersebut.
 Su
1. Allah sedang beritahu makanan kita, hak kita itu bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. maka itu dirinya datang kepada kita.

2. Allah sedang beritahu seandainya kita berikan makanan terhadap kucing itu, rezeki lain bakal Allah ubah yg lebih baik. Karena 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha dapat berikan lebih dari itu.

3. Allah sedang bagi tahu bila kita tidak berikan makanan terhadap kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yg Allah memberi pada kita. Rezeki itu luas bukan cuma terhadap duit.
Tapi meliputi seluruh kehidupan. Mau ikhlas berikan, berilah kepada hewan dikarenakan hewan tidak pandai mengucapkan makasih pada kita. Beliau cuma tahu minta & makan


Semoga artikel ini bermanfaat buat para pembaca sekalian, silahkan di share ke saudara - saudara muslimin.. 

Minggu, 19 Februari 2017

Sungguh Mengharukan..!"! Pemuda Ini Tetap Meninggalkan Ibunya" Meskipun Ibunya Tak Mau Makan.. Inilah Alasanya...!! Dan Ternyata Pemuda Itu Adalah....

Sungguh Mengharukan..!"! Pemuda Ini Tetap Meninggalkan Ibunya" Meskipun Ibunya Tak Mau Makan.. Inilah Alasanya...!! Dan Ternyata Pemuda Itu Adalah....
Sungguh Mengharukan..!"! Pemuda Ini Tetap Meninggalkan Ibunya" Meskipun Ibunya Tak Mau Makan.. Inilah Alasanya...!! Dan Ternyata Pemuda Itu Adalah....



Saad bin Abi Waqqash adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin oleh Rasulullah masuk surga. Hal itu disebabkan oleh keteguhan imannya terhadap ajaran Islam. Saad adalah seorang anak yang sangat patuh kepada ibunya. Ibunya bernama Hamnah bin Abu Sufyan. Hamnah adalah keturunan bangsawan Quraisy yang taat pada ajaran nenek moyangnya, yaitu menyembah berhala.

kisah-saad-bin-abi-waqqash

Saad begitu menghormati dan menyayangi ibunya. Ia menyadari bahwa ibunyalah yang telah membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang. Setiap pagi, Saad dan ibunya selalu makan pagi bersama. Pada awal keislamannya, keteguhan Saad dipuji oleh Allah. Ketika itu, ia memeluk agama Islam secara diam-diam, tanpa member tahu ibunya. Suatu ketika, Saad sedang melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Ibunya yang masih teguh dengan agama nenek moyangnya melihat peristiwa itu.

Saat itulah, Hamnah mengetahui bahwa putra tercintanya telah mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Ia sangat marah dan merasa tidak rela karena Saad memeluk agama Islam. Hamnah meminta kepada Saad untuk secepatnya meninggalkan ajaran Islam. Namun Saad menolaknya, hal itu membuat Hamnah semakin marah dan mengancam Saad. Hamnah berkata, “Wahai anakku, aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati. Jika aku mati, engkau akan dicela sebagai pembunuh ibumu sendiri”. “Wahai ibu, aku tidak akan meninggalkan agamaku walau apa pun yang terjadi, “kata Saad dengan tegas. Setelah kejadian itu, Saad selalu makan sendirian.

Hamnah benar-benar melaksanakan ancamannya. Seharian, Hamnah tidak makan. Hari kedua pun demikian. Hati Saad menjadi sedih melihat ibunya sakit karena tidak makan dan minum. Ia berusaha membujuk ibunya untuk makan. Namun, itu tidak berhasil. Hamnah berharap dengan melihat penderitaannya, putranya menjadi sadar dan kembali ke agama nenek moyangnya. Pada malam berikutnya, Saad kembali membujuk ibunya untuk makan. Ia tidak kuat melihat ibunya yang sangat disayanginya menderita. Saad tidak dapat menyembunyikan kesedihan di hadapan ibunya.

Sekalipun demikian, Saad tidak dapat menukar keimanannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan apa pun. Keimanan kepada ajaran Islam telah mengakar kuat di dalam hatinya. Hamnah juga tetap pada pendiriannua untuk tidak makan dan minum bila Saad tidak mau meninggalkan ajaran Islam. Saad berkata dengan tegas, “Wahai ibuku. Demi Allah, seandainya ibu memiliki seratus nyawa dan nyawa-nyawa itu keluar satu persatu dari tubuh ibu, aku tetap tidak akan meninggalkan agamaku. Kalau ibu merasa lapar, makanlah. Jika tidak mau, tidak usah ibu makan”. Mendengar perkataan Saad, Hamnah hanya tertegun sebentar. Saat itulah, Hamnah benar-benar menyadari bahwa anaknya tidak akan meninggalkan agamanya. Akhirnya, Hamnah memutuskan untuk makan dan membiarkan Saad dengan agamanya.


Pada pagi harinya, Saad pergi ke majelis Nabi Muhammad. Di sana, Saad menceritakan kejadian yang dialaminya. Saat itulah turun wahyu surat Luqman ayat 15, “Dan jika keduanya (bapak dan ibu) memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Ayat itu mendukung tindakan Saad yang mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT.

Rabu, 15 Februari 2017

Ternyata Inilah Hukum Mempercayai Ramalan Bag 2


Ternyata Inilah Hukum Mempercayai Ramalan Bag 2
Ternyata Inilah Hukum Mempercayai Ramalan Bag 2

Bolehkah mendatangi para peramal dan mempercayai omongan mereka? Diriwayatkan oleh An-Nasa-i dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa orang yang mendatangi peramal dan mempercayai omongannya tidak akan diterima shalatnya. Apakah hadits itu shahih. Tolong jelaskan kepada kami riwayat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan pendapat para ulama.
Published Date: 2002-05-30
Al-Hamdulillah. Banyak hadits shahih yang diriwayatkan yang menjelaskan haramnya perbuatan semacam itu, di antaranya: Dari Shafiyyah bin Abi Ubaid, dari salah seorang isteri Nabi diriwayatkan bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima empat puluh hari lamanya."

Diriwayatkan oleh Muslim dalan Shahihnya. Dari Qubaishah bin Al-Mukhariq juga diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Iyafah, Ath-Thair dan Az-Zajr." Diriwayatkan oleh Abu dawud dengan sanad yang hasan.

Abu Dawud menjelaskan: "Az-Zajr yakni menarik burung. Yakni meramal kesialan atau keberuntungan dengan terbangnya burung itu. Bila ia terbang ke sebelah kanan, ia akan merasa optimis akan beruntung. Tapi kalau terbang ke kiri, berarti alamat sial.
Sementara Al-Jauhari menjelaskan: "Iyafah, Khatt dan Thorq adalah kata-kata yang diperuntukkan kepada berhala, peramal dan tukang sihir atau yang semacam itu."
Dari Ibnu Abbas -Radhiallahu 'anhuma-- diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mengambil ramalan dari bintang berarti ia telah mempelajari bagian dari ilmu shihir, semakin banyak ia mempelajarinya semakin dalam ilmu sihirnya." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

Dari Muawiyyah bin Al-Hakam -Radhiallahu 'anhu-- diriwayatkan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Wahai Rasulullah, saya ini orang yang baru masuk Islam. Allah telah mengaruniaku ajaran Islam ini. Di antara kami ada kalangan lelaki yang sering mendatangi para peramal. Di antara kami juga ada orang-orang yang suka meramal dengan cara terbang seekor burung." Beliau berkata:"Jangan datangi mereka." Aku berkata: "Itu hanya perasaan yang ada dalam hati mereka." Beliau bersabda: "Jangan percayai mereka." (HR. Muslim)

Dari Abu Mas'ud Al-Badri -Radhiallahu 'anhu--diriwayatkan bahwa Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengharamkan mengambil bayaran penjualan anjing, upah pelacur dan bayaran tukang ramal.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah -Radhiallahu 'anha-- diriwayatkan bahwa sebagian kaum muslimin bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang para peramal. Beliau berkomentar: "Mereka itu tidak ada apa-apanya." Mereka berkata: "Wahai RAsulullah, terkadang mereka membicarakan suatu hal, ternyata hal itu betul-betul terjadi." Beliau berkata: "Itu adalah kata-kata yang dicuri jin dari (berita langit), lalu dibisikkan ke telinga walinya (para dukun), lalu para peramal itu mencampurkannya dengan seratus kebohongan.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah -Radhiallahu 'anhu-diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya, atau menyetubuhi wanita di bagian duburnya, berarti telah kafir dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Dawud)

Para ulama menjelaskan bahwa melakukan perbuatan-perbuatan tersebut adalah haram, mendatangi peramal dan mempercayai ucapannya, diharamkan juga membuang-buang harta untuk diberikan kepada mereka. Orang yang telah terjerumus melakukan hal tersebut hendaknya bertaubat kepada Allah. Wallahu A'lam.


Fatawa Al-Imam An-Nawawi 230

Inilah Salah Satu Sosok Pemimpin Yang Sangat Dirindukan Rakyat.. !!! Baca Selengkapnya...


Inilah Salah Satu Sosok Pemimpin Yang Sangat Dirindukan Rakyat.. !!! Baca Selengkapnya...
Inilah Salah Satu Sosok Pemimpin Yang Sangat Dirindukan Rakyat.. !!! Baca Selengkapnya...

Malam semakin pekat. Kota Madinah mulai hening dari hingar-bingar manusia. Sebagaimana biasanya, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu keluar berteman sepi. Bukan untuk mencari pencitraan diri. Bukan untuk mengais-ngais sensasi. Melainkan karena tanggung jawab dalam mengemban amanah ummat. Ia harus keluar untuk melihat kondisi rakyatnya. Mungkin saja, ada inspirasi yang bisa ia jadikan bahan untuk mengevaluasi kebijakan dan kepemimpinannya.

Saat melewati sebuah kemah, terdengar suara rintihan wanita. Umar radhiyallahu ‘anhu berjalan mendekat. Seorang lelaki sedang duduk di samping tenda. Setelah ditanya, lelaki itu mengaku berasal dari kampung, sedang istrinya di dalam tenda sedang berjuang menahan sakit, karena hendak melahirkan. Di situ, tidak ada manusia lain kecuali lelaki badui, istrinya dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Tanpa berpanjang kalam, Umar radhiyallahu ‘anhu segera beranjak pergi, pulang menemui istrinya. “Maukah kamu pahala besar yang sudah Allah giring kepadamu?” kata Umarradiallahu ‘anhu kepada istrinya Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha.

“Apa itu?” tanya istrinya.

“Ada seorang wanita asing hendak melahirkan. Dan di sana tidak ada seorangpun yang membantu.” jelas lelaki yang pertama kali digelari Amirul Mukminin itu.

“Ya, aku mau,” jawab Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anhamantap. Mereka berdua pun beranjak pergi, menuju sebuah perkemahan badui, sambil membawa makanan.

Sampai di tempat, Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha segera masuk tenda, menemui wanita badui yang hendak melahirkan. Sedang Umar radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan kayu bakar dan memasak makanan. Tak ia pedulikan asap-asap yang menyelinap di sela-sela jenggotnya.

Lelaki badui itu hanya diam menatap Umar radhiyallahu ‘anhu dengan sorotan mata penuh heran. Seolah-olah Allah telah mengirimkan kepadanya seorang penolong malam itu. Dan ketika istrinya telah melahirkan, Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha berteriak memanggil Umar radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Amirul Mukminin, kabarkanlah kepada temanmu itu bahwa anaknya laki-laki.”

Lelaki itu tersentak kaget. Ternyata orang yang ada di depannya adalah Amirul Mukminin, seorang lelaki alumni “Madrasah Nabawiyah” yang namanya menggemparkan dunia. Umar segera menenangkan lelaki badui. Lalu memberikan makanan kepada Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha agar menyuapi wanita badui tersebut.

Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu mengambil makanan lagi dan diberikan kepada lelaki badui. “Makanlah, karena kamu sudah menahan kantuk semalaman.”

Begitulah Umar radhiyallahu ‘anhu melewati malam-malamnya. Mata selalu terjaga, demi kemakmuran rakyatnya. Sehingga banyak sekali kebijakan-kebijakan pemerintahannya yang kemudian diubah, setelah mendapat inspirasi dari perjalanan malamnya. Mulai dari perubahan masa pengiriman pasukan perang, yang awalnya tanpa ada batas waktu dan berubah menjadi empat bulan. Kemudian pemberian santunan negara, yang awalnya hanya untuk bayi yang telah selesai masa penyusuan, lalu diganti menjadi diberikan kepada setiap bayi yang lahir. Dan masih banyak lagi.

Hal semisal itu hanya akan dilakukan oleh seorang pemimpin yang memahami makna dan hakekat kepemimpinan yang sesungguhnya. Bahwa memimpin itu adalah melayani. Memimpin itu adalah memberi. Memimpin itu adalah mencintai. Memimpin itu adalah berempati. Memimpin itu adalah mengayomi. Memimpin itu adalah melindungi. Memimpin itu adalah menyayangi. Dan memimpin itu adalah memberikan keteladanan yang baik kepada pengikutnya.

Dan selama hal ini tidak dimengerti dengan benar oleh para pemimpin lalu tidak diaplikasikan, maka selamanya kepemimpinan itu tidak jauh beda dengan perbudakan. Yang terjadi adalah eksploitasi-eksploitasi di atas pilar kedzaliman. Seperti tuan dan pesuruh. Seperti majikan dan pembantu. Karena tidak ada jembatan cinta yang menyatukan mereka.

Hari ini, banyak orang mengidentifikasi kepemimpinan dengan kekuasaan. Sehingga yang mereka lakukan adalah berlomba-lomba untuk mencapai puncak kepemimpinan, agar bisa mendapatkan kekuasaan. Lalu kekuasaan itu dijadikan sebagai alat untuk memimpin, demi mencapai tujuan dan ambisinya.

Kepemimpinan hanya diartikan dari satu sisi saja, MENGUASAI. Dengan menafikan sisi cinta, kasih sayang, perlindungan, pelayanan, pemberian, pengayoman serta empati kepada rakyat. Padahal pemimpin yang sesungguhnya justru bekerja dengan melayani. Itulah sejatinya yang harus dilakukan seorang pemimpin.

Pemimpin adalah pelayan. Sebagaimana layaknya pelayan, maka ia akan menikmati apapun setelah yang dilayani menikmatinya. Ia akan menyantap hidangan setelah rakyat menyantapnya. Karena ia harus “meladeni” rakyat dengan segala kebutuhannya.
Hakikat kepemimpinan itulah yang sangat dipahami oleh Umar radiallahu ‘anhu. Sehingga dia bersumpah, “Aku tidak akan makan daging sampai orang-orang faqir kenyang.”

Suatu ketika, seorang laki-laki datang menemui Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhudan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, seorang pemimpin sepertimu terlihat sangat lesu dan pucat karena hanya makan roti kering. Kamu terlalu menyiksa diri. Padahal, dengan kekuasaan, kamu bisa meminta uang kepada kas negara (baitul mal).”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Bagaimana mungkin aku bisa menjadi pemimpin rakyat yang baik, bila aku tidak pernah merasakan derita yang mereka rasakan?”

Inilah bentuk cinta yang tulus seorang pemimpin kepada rakyatnya. Cinta sejati yang jauh dari kemunafikan. Cinta murni yang jauh dari kepentingan pribadi, keluarga, kelompok maupun golongan. Bersih dari polusi politisasi. Yang ada adalah kejujuran pengabdian kepada rakyat. Yang ada adalah ketulusan pelayanan kepada rakyat.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Seandainya ada domba yang mati di tepi sungai Eufrat, maka aku mengira bahwa Allah akan menanyakannya kepadaku pada hari kiamat, mengapa aku tidak memperbaiki jalannya.”


Rakyat ini sudah merindukan pemimpin yang bisa memesrai mereka di setiap saat. Rakyat butuh pemimpin yang bisa membimbing dan “me-ngemong” mereka. Rakyat mendambakan pemimpin yang jujur dan tulus dalam mencintai mereka.

Subhanallah..!!! "Puisi Cinta Ini Membuat Ribuan Orang Menangis.." Baca Selengkapnya....


Subhanallah..!!! "Puisi Cinta Ini Membuat Ribuan Orang Menangis.." Baca Selengkapnya....
Subhanallah..!!! "Puisi Cinta Ini Membuat Ribuan Orang Menangis.." Baca Selengkapnya....



Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.


(As-Syahid Sayyid Qutb)

Selasa, 14 Februari 2017

Subhanallah..!!! " Inilah Jawaban Zakir Naik ,Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka'bah "


Subhanallah..!!! " Inilah Jawaban Zakir Naik ,Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka'bah "
Subhanallah..!!! " Inilah Jawaban Zakir Naik ,Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka'bah "


Dalam sebuah forum terbuka yang dihadiri ribuan orang dan disiarkan di Peace TV, seorang pria bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa umat Islam mengelilingi kabah saat haji dan umrah. Adakah alasan ilmiah dan logisnya?

“Aku ingin mengetahui tentang Ka’bah. Maksudku, apa penjelasan secara kajian keilmuan dan logika pentingnya Ka’bah? Dan mengapa umat Islam mengelilingi Ka’bah?”

Jawaban Dr Zakir Naik mengapa Muslim mengelilingi Kabah

Saudara ini bertanya dengan bagus.
Apa pentingnya Ka’bah menurut kajian keilmuan dan logika? Dan mengapa umat Islam mengelili Ka’bah?

Banyak non muslim beranggapan bahwa umat Islam menyembah Ka’bah. Saya akan memberikan jawaban saya dan nanti saya akan memberikan jawaban secara ilmiah.



Saya akan satukan bersama. Menjawabmu dan menjawab non muslim lainnya atas kesalahpahaman ini.

Ka’bah adalah kiblat, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an:

وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

“Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah” (QS. Al Baqarah: 144)

Dalam bahasa Arab, kiblat. Jadi Ka’bah hanya sebagai arah. Sebagai contoh, misalnya sekarang kita sembahyang, beberapa menghadap selatan, ada yang menghadap utara, ada yang ke timur, ada yang ke barat. Ke arah mana yang kamu ikuti? Jadi demi persatuan, kami menghadap pada satu arah: Ka’bah.

Jadi Ka’bah adalah kiblat kami. Tidak ada seorang muslim pun yang pernah menyembah Ka’bah.

Dan ketika peta geografi dunia pertama kali adalah muslim yang membuat itu pertama kali. Adalah Al Idrisi pada tahun 1154 yang membuat peta dunia, bahkan muslim yang membuat peta dunia itu. kutub selatan ada di atas dan kutub utara ada di bawah dan Ka’bah berada di tengah-tengah.

Kemudian orang Barat meluncurkan kartografi (pembuatan peta) dan mengubah kutub utara ke atas dan kutub selatan ke bawah, bahkan Ka’bah masih tetap berada di tengah-tengah.

Jadi di bagian mana pun kamu berada di dunia, jika kamu berada di utara menghadap ke selatan, jika kamu berada di timur menghadap ke barat, jika kamu berada di barat menghadap ke timur, jika kamu di selatan menghadap ke utara. Semua muslim di dunia menghadap pada satu arah yaitu Ka’bah dan Ka’bah adalah kiblat.

Sekarang, ketika kamu pergi umrah, ketika pergi haji, kita melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah. Kita berjalan mengelilingi ka’bah. Kenapa kami berjalan mengelilingi Ka’bah? Pada dasarnya adalah karena Tuhan Pencipta. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan itu.

Kamu bertanya, apa alasan logisnya? Ini tidak disebutkan dalam Quran dan hadits. Jika aku adalah orang yang berakal mau berpikir, kenapa kami berjalan mengelilinginya? Alasan yang bisa aku pikirkan adalah setiap lingkaran hanya punya satu titik tengah. Kita berjalan mengelilingi Ka’bah adalah untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Karena lingkaran hanya punya satu titik tengah tidak akan ada dua titik tengah. Jika kita berjalan mengelilingi Ka’bah adalah untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu ketika mencium Hajar Aswad yang ada di Ka’bah, “Hajar aswad ini hanyalah batu yang tidak bisa memberikan kebaikan dan keburukan. Aku menciumnya karena melihat Nabi menciumnya.” Jadi tidak ada muslim yang menyembah Ka’bah.

Bahkan di zaman Nabi, ada sahabat yang melantunkan adzan di atas Ka’bah. Tidak ada orang yang menyembah sesuatu lalu berani berdiri di atasnya.

Jadi Ka’bah adalah kiblat, hanya arah. Bukan disembah. [Ibnu K/Bersamadakwah]


Sumber : http://bersamadakwah.net/mengapa-umat-islam-mengelilingi-kabah/

Senin, 13 Februari 2017

Inilah Hukum Percaya Ramalan Menurut Pandangan Islam


Inilah Hukum Percaya Ramalan Menurut Pandangan Islam
Inilah Hukum Percaya Ramalan Menurut Pandangan Islam

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252)


“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepada tentang satu ramalan, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim 2230)


Jangankan mengetahui masa depan, mengetahui hal-hal yang telah terjadi pun banyak peramal yang tidak mampu. Sebagai contoh ada seorang peramal yang ikut kuis TV. Di kuis tersebut ditanyakan berbagai soal pengetahuan umum yang sebenarnya merupakan fakta yang sudah terjadi/sejarah. Toh peramal tersebut tidak mampu menjawabnya. Dia kalah. Bagaimana dia mampu mengetahui hal yang belum terjadi jika hal yang sudah terjadi saja tak tahu?


Hanya Allah yang tahu akan hal yang ghaib atau belum pernah terjadi:


”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]


Para peramal biasanya tidak mau menyebut nama, tempat, atau tanggal secara pasti. Sebab jika disebut dan meleset maka pamornya akan turun. Paling menyebut hal yang umum yang memang sudah biasa terjadi misalnya tahun 2008 akan ada gempa, banjir, dsb. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun lalu, di Indonesia memang hal tersebut terjadi setiap tahun. Jadi jika memang benar terjadi gempa/banjir itu memang sudah tidak aneh lagi atau sudah merupakan sunnatullah.


Yang jelas sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas, mempercayai ramalan menyebabkan seseorang jadi kufur dan tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT.


Allah juga menyebut bahwa orang yang percaya pada ramalan berarti dia telah syirik:


Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)


Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Bukhari dan Muslim)


Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari dosa tersebut. Dan Penulis Mengucapkan Permohonan Maaf Atas Artikel Sebelumnya..




Sumber : http://media-islam.or.id/2008/01/01/haram-mempercayai-ramalan/